HeadlineMarket

Rapor Impor Kaltara Naik 50 Persen, Syukurnya Masih Surplus Berkat Ekspor Senilai US$ 373 Juta

TANJUNG SELOR – Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) surplus sebesar US$ 88,52 juta pada April 2021. Hal itu berdasarkan rilis terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara Rabu, 2 Juni kemarin.

Meski demikian, catatan surplus itu turun 8,24 persen jika disanding dengan neraca perdagangan bulan Maret 2021 yang surplus sebesar US$ 96,47 juta.

Neraca dagang yang surplus itu ditopang aktivitas ekspor komoditas melalui pelabuhan di Kaltara yang mencapai US$ 93,48 juta, meski itu mengalami penurunan sebesar 8,78 persen dibanding kondisi Maret 2021 yang mencapai US$ 102,48 juta.

“Namun, jika kita hitung nilai ekspor periode Januari-April 2021 mencapai US$ 372,52 juta atau naik 4,41 persen dibanding bulan Januari-April di tahun 2020,” kata Panca Oktianti, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kaltara.

Menurunnya ekspor April dibandingkan ekspor Maret disebabkan ikut turunnya nilai jumlah ekspor kelompok barang non migas hasil tambang dan hasil industri yang masing-masing sebesar 8,63 dan 10,55 persen.

Ditinjau dari aktivitas impor, impor Provinsi Kaltara bulan April kemarin mencapai US$ 4,96 juta atau ikut turun dibandingkan dengan impor bulan Maret 2021.

Namun bila dibandingkan periode Januari-April 2020, nilai impor provinsi termuda di Tanah Air ini periode Januari-April 2021 meningkat 51,58 persen.

“Impor Kaltara April 2021 didominasi komoditas barang non migas utamanya kelompok hasil industri,” kata Panca.

Untuk diketahui, negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada April kemarin adalah India, China, Filipina, Malaysia, dan Korea dengan nilai masing-masing
mencapai US$ 30,01 juta, US$ 11,70 juta, US$ 11,52 juta, US$ 11,27 juta dan US$ 8,70 juta.

“Peranan kelima negara ini dalam ekspor Kaltara mencapai 85,07 persen
terhadap total ekspor pada tahun 2021.
Jika dilihat pada bulan Maret 2021, terjadi peningkatan ekspor ke India. Sedangkan terjadi penurunan ekspor ke China, Filipina, Malaysia, Korea, dan Japan,” ujarnya.

Adapun impor non migas di April kemarin mencapai US$ 4,96 juta yang berasal dari China, Malaysia, dan Singapore masing-masing mencapai US$ 0,22 juta, U$ 0,03 juta
dan US$ 4,72 juta.

Kata Panca, jika dibandingkan dengan Maret, impor non migas bulan April mengalami penurunan.

Aktivitas ekspor impor yang berjalan tuturnya, sedikit banyaknya masih ikut dipengaruhi kebijakan karantina wilayah di sejumlah negara mitra dagang akibat Covid-19. (*)

Penulis: M02
Editor: Redaksi Kaltarabisnis.co

Tags

Related Articles

Back to top button
Close