EkonomiHeadline
Trending

Ada Potensi Saham PI 10 Persen WK Nunukan Ikut Keciprat ke Kabupaten/Kota

TANJUNG SELOR – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kaltara yaitu PT Migas Kaltara Jaya atau MKJ tengah bernegosiasi dengan kontraktor Wilayah Kerja (WK) Migas Blok Nunukan yaitu PT Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC), anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PT MKJ, Poniti mengatakan negosiasi secara business to business (b to b) itu juga akan dilanjutkan negosiasi dengan SKK Migas sebagai institusi pemerintah yang bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu migas berdasarkan kontrak kerja sama.

“Mungkin Rabu nanti kita juga akan bernegosiasi dengan SKK Migas kembali karena saat ini prosesnya adalah b to b, artinya PHENC dengan PT MKJ sehingga diupayakan kami mendapat tawaran dulu dari PHENC,” kata Poniti, Sabtu (1/5/2021) usai menggelar kegiatan buka puasa bersama di hotel Luminor Tanjung Selor, Bulungan.

PT PHENC diketahui sudah melakukan buka data terhadap PT MKJ sebagai pengelola participating Interest (PI) 10 persen di WK Nunukan.

Direktur Utama PT Migas Kaltara Jaya, Poniti. (KBSC)

“Ini sudah tahap data kedua yang kami berikan. Selanjutnya kita tunggu penawaran dengan PHENC sekaligus koordinasi dengan SKK Migas. Harapannya di tahun ini kita sudah masuk di data room supaya kita bisa tahu potensi,” kata Poniti.

Selain potensi, masuk ke tahap data room PHENC akan diketahui jumlah cadangan migas serta daerah yang terkena paparan cadangan migas.

“Dengan kita masuk ke data room, kita bisa tahu potensi sebenarnya apakah hanya milik provinsi atau juga ada milik kabupaten/kota, sehingga jelas,” ujarnya.

PT MKJ dituturkan Poniti juga telah beroordinasi dengan Pemkab Bulungan untuk meminimalisir miskomunikasi di kemudian hari.

“Karena pemeriksaan data room itu kan baru jelas reservioir-nya ada di mana, berapa persen, masuk wilayah mana, apakah masuk provinsi atau masuk wilayah Bulungan atau masuk juga wilayah Nunukan, Tarakan, dan Tana Tidung,” ujarnya.

“Untuk bisa mensegarakan itu, kita harus sampai ke tahap data room. Ini yang kita upayakan. Semoga tahun ini bisa terlaksana. Dan mengenai data room itu memakan waktu selama 6 bulan,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Muhammad Arfan

Tags

Related Articles

Back to top button
Close