HeadlineLocal
Trending

Gubernur Kaltara Minta ASN Indahkan Larangan Mudik

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang menegaskan kembali kebijakan pemerintah (pusat) perihal larangan mudik Idulfitri 1442 hijriah/2021 masehi.

Ia mengatensi kebijakan itu khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltara.

“ASN kita tegaskan tidak boleh mudik, apalagi harus keluar dari Kaltara. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat terkait aturan pemerintah itu,” kata Gubernur Zainal usai menggelar rapat koordinasi Kesiapsiagaan Bencana, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Persiapan Hari Raya Idulfitri 1442 hijriah, Selasa (27/4).

Sebagaimana diketahui, pemerintah secara resmi telah melarang mudik Lebaran tahun ini yang berlaku sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Hal itu diumumkan dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Kemudian diperketat dengan dikeluarkannya addendum atas SE Nomor 13 Tahun 2021 tersebut. Pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) 2 pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021.

ASN yang melanggar, Gubernur Zainal menegaskan tak segan-segan memberi sanksi. Baik sanksi ringan atau berat sesuai arahan pemerintah maupun kebijakan daerah.

Meski begitu, aturan tersebut tak diberlakukan kepada mereka yang melakukan perjalanan dinas maupun mengunjungi keluarga yang mengalami kedukaan, sakit serta beberapa hal yang bersifat insedentil yang tidak dapat dihambat.

“Tapi yang bersangkutan harus tetap melengkapi dokumen perjalanan dan bukti-bukti lainnya. Jika tidak, maka yang berangkutan tidak boleh berpergian apalagi sampai mudik,” jelasnya.

Guna memastikan ASN tak melanggar aturan tersebut, Gubernur Zainal dan Wagub Yansen TP berkomitmen akan tetap berada di Kaltara untuk turut melakukan pengawasan.

“Kami akan tetap di Kaltara. Nanti akan kita lakukan pengawasan yang ketat agar tidak ada ASN melanggar aturan tersebut,” ujarnya. (*)

Sumber: Diskominfo Kaltara
Penyunting: Kaltarabisnis.co

Tags

Related Articles

Back to top button
Close