Halo PolisiHeadline
Trending

Dobel L Senilai Rp 400 Juta Dibeli di Marketplace, Pemuda Tanjung Selor Terancam 15 Tahun Bui

TANJUNG SELOR – Operasi gabungan Loka POM Tarakan, Balai Besar POM Samarinda, dan Ditreskoba Polda Kaltara mengamankan 39.935 tablet pil dobel L dan seorang tersangka berinisial MS. Hal ini terungkap dalam press rilis yang digelar Polda Kaltara, Rabu (28/4/2021) di Mapolda Kaltara.

Pengungkapan penyalahgunaan obat medis ini terjadi di rumah tersangka di Jalan Manggis, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada Jumat 23 April 2021.

Saat penggerebekan, upaya paksa dilakukan aparat gabungan. Awalnya ditemukan 30 bungkus dobel L yang hendak dibuang oleh tersangka. Kemudian 10 bungkus lainnya adalah paket dobel LL yang baru mendarat di Tanjung Selor dari Jakarta.

“Setelah digeledah, kemudian MS kami tangkap dan ditahan di rutan Polres Bulungan. Barang bukti 39.935 tablet obat dobel L dengan nilai ekonomi Rp 400 juta rupiah dan 1 buah hp merk Oppo,” tutur Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat.

Atas perbuatannya, MS disangkakan pidana penjara 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar sebagaimana Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Barang Asal Jakarta, Dibeli di Marketplace

Tersangka MS hanya tertunduk ketika polisi dan jajaran Badan POM menyiarkan kabar ini ke awak media dan jejaring live streaming Instagram.

Ada beberapa fakta lain yang berhasil diungkap tim gabungan. Salah satunya tersangka sudah 4 (empat) kali mendapat kiriman paket pil dobel L dari Jakarta. Paket itu ia order/beli melalui marketplace (e-commerce) Lazada.

“Barang ini hasil penulusaran kami secara intelejen, kemudian melakukan pendalaman, dan akhirnya dilaksanakan penangkapan pada 23 April 2021,” tutur Kepala kantor Loka POM Tarakan, Musthofa Anwari mendampingi Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat.

Dobel L dijual di Kalimantan Utara dengan cara diecer seharga Rp 10 ribu per butir. Pembeli dan penggunanya mayoritas anak-anak remaja. Efeknya disebut sama seperti narkoba pada umumnya yaitu membuat halusinasi penggunanya.

“Yang kami pantau kemarin itu banyak yang mau beli. Pada sore hari kita juga melakukan pantauan lagi, sudah banyak yang mau beli. Tetapi barang sudah kita amankan, sehingga gagal mereka untuk membelinya,” ungkapnya.

Pengungkapan 39 ribu lebih tablet pil dobel L ini dituturkan sebagai salah satu yang terbesar di Kalimantan, bahkan di Tanah Air.

“Ini sudah pemain besar. Kita sudah kerja sama dengan marketplace, kita akan telusur. Kedoknya sebetulnya itu bukan ini (jualan dobel L), jualannya adalah baju. Ini salah satu barang bukti terbesar di Tanah Air,” tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Muhammad Arfan

Tags

Related Articles

Back to top button
Close