HeadlineLocal
Trending

Perda Hari Jadi Kaltara Disahkan Minggu Ini, Diperingati Tiap 25 Oktober

KALTARABISNIS.CO – Hari Jadi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hampir pasti bakal berubah menyusul kesepakatan dalam public hearing yang digelar DPRD bersama Pemprov Kaltara beserta sejumlah tetua pencetus, mahasiswa, dan tokoh pemuda perjuangan awal pemekaran Provinsi Kaltara dari Provinsi Kaltim, Selasa (16/3/2021) di gedung DPRD Kaltara.

Hari Jadi Kaltara yang setiap tahunnya diperingati pada 22 April akan bergeser ke tanggal 25 Oktober.

Pemilihan tanggal 25 Oktober juga menjadi salah satu tonggak sejarah yang penting bagi provinsi termuda di Tanah Air ini. Momentumnya, pada 25 Oktober 2012, Rancangan Undang-Undang Pembentukan Provinsi Kaltara disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang di Rapat Paripurna DPR RI saat itu.

Puncak proses legislasi itu, lahir Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kaltara pada tanggal 16 November 2012 yang diparaf oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Dari hasil public hearing baik DPRD maupun Pemprov, terlebih lagi hasil masukan para tokoh pelaku sejarah awal perjuangan pemekaran kabupaten/kota di Kaltim di wilayah utara ini, disepakati Hari Jadi Kaltara jatuh pada 25 Oktober 2012,” kata Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, Selasa (16/3/2021).

Selepas public hearing, secepatnya Pemprov bersama DPRD Kaltara melaksanakan rapat paripurna pengesahan Raperda Hari Jadi Kaltara itu menjadi Perda.

Konsultasi ke Kemendagri juga akan ditempuh untuk mendapatkan nomor registrasi perda dan proses pengundangannya.

InsyaAllah minggu ini kita bersama eksekutif akan mengesahkannya,” ujar Norhayati.

Salah satu tokoh pencetus pemekaran Kaltara, Udin Hianggio memberikan apresiasi kepada eksekutif dan legislatif punya kemauan menampung masukan para tokoh pencetus dan penggagas pemekaran Kaltara.

“Hari Jadi Kaltara yang sudah disepakati, jangan molor-molor lagi. Pansus harus bekerja cepat. Dan Raperda ini seingat saya sudah pernah dibahas, namun tidak kunjung disahkan,” ujar mantan Wakil Gubernur Kaltara ini.

Untuk diketahui, dalam public hearing itu turut dihadiri Gubernur Zainal A Paliwang dan Wakil Gubernur Yansen. Hadir pula puluhan tetua tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan aliansi mahasiswa, serta tokoh adat pencetus pemekaran Provinsi Kaltara.

Antara lain H Udin Hianggio, H Anang Dachlan, Jhonny Laing Impang, H Djalil Fatah, H Arsyad Thalib, Henoch Merang, Amir Zaglol Saroyan, Alwan Saputra, Datu Yasir Arafat, Ismit Mado, Oscar Rudiansyah, dan puluhan tokoh lainnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Muhammad Arfan

Tags

Related Articles

Back to top button
Close