EkonomiHeadline
Trending

Dilirik Maersk, Pelindo IV Tarakan Siap Fasilitasi Ekspor Hasil Pertanian Kaltara ke Pasar Global

KALTARABISNIS.CO – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV berjanji mendukung upaya besar Pemprov Kaltara dalam penguatan dan pengembangan hasil pertanian, khususnya dalam hal menjangkau pasar luar negeri.

General Manager PT Pelindo IV Cabang Tarakan, Darwis menambahkan Pelindo IV Cabang Tarakan mengklaim layanan dan fasilitas yang dimilikinya sudah mumpuni untuk melakukan kegiatan ekspor baik dalam bentuk curah dengan kapal kargo maupun dalam bentuk kontainer.

Pelabuhan itu juga sudah dilengkapi fasilitas kontainer berpendingin.

“Jika kita bahas hasil pertanian dalam artian olahan segar, kami sudah tersedia kontainer yang berpendingin. Sementara menunggu pemberangkatan kapal, kontainer itu bisa dicas agar tetap dalam keadaan dingin sehingga barang yang dikirim tetap dalam fresh,” kata pria yang baru menjabat General Manager PT Pelindo IV Cabang Tarakan per 1 Maret 2021 itu, Minggu (21/3/2021).

Darwis, GM Pelindo IV Cabang Tarakan. (KALTARABISNIS.CO)

Darwis mengatakan, Pelabuhan Tarakan juga telah mendukung direct call atau ekspor langsung ke negara tujuan. Direct call sudah dilaksanakan oleh dua perusahaan pengapalan internasional yaitu SIP Shipping Hongkong dan SeaLand Shipping grup perusahaan pengapalan internasional Maersk asal Copenhagen, Denmark.

SeaLand sudah berkunjung ke Tarakan melihat kondisi dan fasilitas pelabuhan,” ujarnya. (Baca juga: Kaltara Serius Garap Tiga Komoditas Ini Jadi Unggulan Daerah)

Dan perihal ekspor hasil pertanian Kaltara tutur Darwis perlu jadi perhatian bersama.

“Ekspor itu bisa terjadi apabila volume dan kontinuitasnya ada. Terutama untuk direct call. Jadi kapal dari pelabuhan Tarakan langsung ke negara tujuan itu kalau volumenya besar dan ada kontinuitas,” ujarnya.

Darwis juga memberi pandangannya terhadap kegiatan ekspor Kaltara ke Malaysia. (Baca juga: KADIN Kaltara Minta Anak Putus Sekolah sampai Sarjana Digaet jadi Petani Milenial)

“Dibandingkan Pelabuhan di Tarakan dan Pelabuhan di Tawau itu kurang lebih sama. Di Tawau itu Sabah Port. Masih lebih besar Pelabuhan Tarakan. Jadi kalau ekspor dari Kaltara ke Tawau menurut pandangan saya itu dalam jumlah kecil, untuk kapal-kapal kargo kecil. Belum dalam skala besar yang langsung pengapalan. Karena fasilitas pelabuhan di Sabah Port masih konvensional. Belum ada fasilitas crane untuk bongkar muat,” bebernya.

Untuk ekspor dengan volume lebih besar secara kewenangan masih harus melalui Pelabuhan Makassar yang memegang fungsi sebagai pelabuhan pengumpul.

“Jadi kapal besarnya langsung masuk di Makassar, kemudian dikirim ke negara tujuan. Kalau dari Tarakan belum bisa langsung karena itu tadi, volume dan kontinuitasnya,” ujarnya.

“Dan kalau komoditas seperti kakao, bukan ke Tawau setahu saya. Kakao itu maupun CPO itu tujuannya di Johor Port. Di Johor Port itu hinterland kawasannya sudah langsung ke kawasan industri dan pergudangan. Kalau di Tawau itu tidak ada kawasan industri dan pergudangan. Dan kondisinya jauh dan beda pulau antara Sabah Port dan Johor Port,” ujarnya.

Darwis menyimpulkan bahwa pada dasarnya PT Plindo IV Cabang Tarakan siap berdiskusi dan bersinergi dengan Pemprov Kaltara, instansi terkait lainnya, dan eksportir perihal rencana daerah ini mengembangkan hasil pertanian lokal khususnya dalam hal pemasaran ke negara tujuan ekspor. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Muhammad Arfan

Tags

Related Articles

Back to top button
Close