EkonomiHeadline
Trending

Anya Gadis 24 Tahun Asal Tanjung Selor sudah Ekspor Lada sampai Vietnam dan China, Ini Kisahnya

KALTARABISNIS.CO – Potensi lada di Kaltara sangat prospek. Demikian diungkapkan Anya Mandalika, eksportir muda (24 tahun) asal Tanjung Selor, Jumat (19/3/2021).

Anya Mandilka sudah tiga tahun menggeluti bisnis esportir lada. Negara tujuan ekspornya tiga tahun belakangan ini adalah Vietnam dan China.

Anya banyak mengumpulkan lada petani di daerah Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

“Lada itu potensinya besar. Selama ini yang saya bisa peroleh kalau setiap panen 100 sampai 300 ton. Itu khususnya ada di Mangkupadi saja. Kalau digabung-gabung semua daerah itu mungkin bisa sampai 500 ton,” sebut Anya.

Ia meyakini potensi lada di Mangkupadi jauh lebih banyak dari yang ia kumpulkan sejauh ini. Kebun lada di daerah pesisir Bulungan itu bisa mencapai ratusan ton setiap panen.

“Tetapi mungkin kendalanya adalah perawatan. Ini kendala utama petani, seperti salah satunya mereka tidak mendapatkan pupuk secara merata. Ada beberapa petani yang mendapatkan pupuk ada juga yang tidak mendapatkan pupuk,” bebernya.

Anya Mandalika mengikuti rapat teknis pengembangan hasil pertanian Kaltara yang dipimpin Wagub Yansen TP di gubernuran, Jumat (19/3/2021). (KALTARABISNIS.CO)

Ia mencontohkan, semisal petani mempunyai 1.000 pohon bisa menghasilkan puluhan ton jika dimaksimalkan. Tetapi realitasnya saat ini hanya menghasilkan belasan ton.

“Maksimal itu hanya sampai 12 ton,” sebutnya gadis yang menjabat Direktur Operasional di PT Tri Surya Utama itu.

Selain perawatan, ia melihat kendala lainnya yang dialami petani adalah transportasi. Menyebabkan biaya logistik tidak efisien atau high cost logistic.

“Karena seperti yang kita ketahui kita tidak punya port (pelabuhan) untuk ekspor langsung. Dampaknya, saya harus mengekspor melalui Berau dulu, kemudian dari Berau ke Surabaya. Dari Surabaya baru saya teruskan ke negara ekspor. Selama 3 tahun ini saya ekspor ke Vietnam dan Cina,” ujarnya.

Menurut Anya, bukan hanya lada saja yang dapat diekspor. Banyak hasil pertanian di Kaltara yang memiliki potensi yang sama.

“Cuma mungkin fasilitas dan konsistensi produksinya. Yang jelas potensi lada sangat besar. Karena saya sudah terjun langsung selama 3 tahun. Jadi dari ukuran Mangkupadi bisa menghasilkan banyak, apalagi jika dikembangkan di banyak daerah di Kaltara,” bebernya.

Didikan Orangtua dan Motivasi Membantu Petani

Anya Mandalika bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda untuk merintis usaha sejak dini.

Kepada Kaltarabisnis.co ia membeberkan alasan mengapa ia berani terjun berbisnis. Motivasi terbesarnya adalah menerapkan ilmu yang sudah diajarkan orangtua Anya.

“Motivasi terbesar saya adalah orangtua saya. Karena orangtua, saya sudah dididik dari kecil untuk terjun ke bisnis. Dan kebetulan juga President Director dari PT Tri Surya Utama yaitu bapak saya sendiri sudah melakukan ekspor impor sejak tahun 90an. Jadi dari beliau saya terpacu untuk melakukan hal yang sama,” sebut Anya.

Motivasi keduanya, ia melihat potensi besar hasil pertanian Kaltara, terutama lada. Di satu sisi ia bertindak sebagai first market petani-petani di Kaltara.

“Di Kaltara ini potensi besar untuk hasil buminya terutama lada. Saya tergerak untuk membantu para petani memasarkan hasil tani mereka. Karena sebelumnya juga mereka belum punya pasar yang jelas. Selain itu juga untuk meningkatkan perekonomian daerah kita,” ungkapnya.

Lada siap ekspor di gudang milik Anya Mandalika di Tanjung Selor. (DOK PRIBADI)

“Saya ingin bantu membantu pasar para petani yang sudah banyak terlanjur menanam dan tidak tahu mau dibawa ke mana,” tambahnya.

Melihat banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal juga mendorang Anya untuk mengupayakan masyarakat bertani ketimbang mereka menjual tanah untuk kegiatan pertambangan dan lainnya.

“Karena kalau dikelola sendiri hasilnya pasti akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Suka duka menjalani bisnis sebagai eksportir sudah dialaminya. Komposisi pengalaman dan pelajaran berharga dari suka duka itu menjadi penguat bisnis yang dijalaninya itu kian kokoh.

“Saya rasa setiap kerjaan akan memiliki resiko. Cuma resiko bisa diminimalisirkan kalo kita mengerti pekerjaan kita,” ujarnya.

Potensi Lada di 5 Daerah di Kaltara

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara Wahyuni Nuzband menyebutkan, lada merupakan komoditas pertanian yang sangat menjanjikan dalam tiga tahun terakhir ini di Kaltara.

Tahun 2020 saja, Kabupaten Nunukan mampu memproduksi lada sebanyak 400 ton. Kemudian Kota Tarakan memproduksi 750 ton.

Adapun Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau masing-masing mampu memproduksi lada 253,62 ton, dan Kabupaten Tana Tidung 176,47 ton.

“Yang saat ini fokus kami garap adalah terus melakukan upaya peningkatan produktivitas dan mutu hasil petani. Termasuk mengantisipasi serangan hama penyakit, serta melakukan pelatihan manajemen usaha secara profesional,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Muhammad Arfan

Tags

Related Articles

Back to top button
Close