Headline
Trending

Janji Beri Reward, Zainal Paliwang: Kalau Saya Berlari, Kepala OPD Jangan Tidur

Gubernur Kaltara Janjikan Reward ASN Inovatif

KALTARABISNIS.CO – Gubernur Kaltara ainal Arifin Paliwang meminta semua kepala organisasi perangkat daerah pemprov beserta jajarannya memunculkan inovasi-inovasi terbaiknya.

Ia bahkan menjanjikan reward atau penghargaan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki inovasi briliannya untuk kemajuan daerah.

“Mereka yang melakukan inovasi-inovasi saya akan berikan reward. Munculkan inovasi-inovasi apa saja yang positif sehingga dari pimpinan akan memberikan hadiah atas ide-ide yang baik untuk membangun Kaltara menjadi lebih baik,” tutur Zainal Arifin Paliwang usai memimpin rapat staf bersama Wakil Gubernur Yansen TP kepada kepala OPD Pemprov di kantor gubernur, Kamis (18/2).

Ia juga meminta kepada OPD melakukan penyesuaian program, mengikuti visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur. Program kegiatan pada prinsipnya harus memberi manfaat yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat Kaltara.

Ia juga menekankan jajaran ASN Pemprov Kaltara meningkatkan kedisiplinan dan profesionalitasnya serta mengikuti gerak cepat kepala daerah.

“Kalau saya berlari, kepala OPD jangan tidur. Minimal dia lari pelan. Artinya mereka harus mengikuti irama pimpinan. Selanjutnya, pelaksanaan semua kegiatan harus tepat waktu. Misal, undangan jam 9, jam 10 belum mulai,” ujarnya.

Titik tekan utamanya dia adalah menekan angka kemiskinan di Kaltara melalui pemanfaatan potensi alam dan sumber daya manusia. Gubernur optimistis, dengan kerja keras semua elemen di Kaltara, kemiskinan dapat dientaskan.

“Seharusnya Kaltara ini tidak ada orang miskin karena potensi sangat besar, sangat menjanjikan. Maka itu kita harus bekerja keras, sesuai cita-cita kita bersama supaya Kaltara ini jauh lebih maju, lebih baik, dan masyarakatnya sejahtera,” tuturnya.

Ia juga menegaskan kepada kepala OPD agar melakukan pemantauan terhadap indikasi-indikasi penyimpangan yang kemungkinan dilakukan oleh staf.

“Penyimpangan apa saja, apalagi korupsi. Jangan ada pembiaran itu. Kalau kita seorang pimpinan melihat ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan kemudian dibiarkan, itu mereka menganggap bahwa kegiatannya itu betul. Artinya kita membiarkan perbuatan yang salah,” tuturnya.

“Dan seorang pemimpin diberikan tunjangan jabatan, salah satunya yaitu untuk memberikan arahan. Menegur kalau melihat yang salah, memarahi manakala tidak sesuai dengan aturan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Wil
Editor: Newsroom

Tags

Related Articles

Back to top button
Close