HeadlineMarket
Trending

Inflasi Terendah Nasional Terjadi di Tanjung Selor, Laju Terendah dalam Sejarah

TANJUNG SELOR, KBSC – Dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional bulan Desember 2020, sebanyak 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terdapat pada kota Gunung Sitoli sebesar 1,87 persen. Adapun inflasi terendah pada Tanjung Selor sebesar 0,05 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar -0,26 persen dan deflasi terendah di Kota Ambon sebesar -0,07.

Adapun kondisi kota-kota lain di Pulau Kalimantan di luar kota Tarakan
dan Kota Tanjung Selor, inflasi tertinggi terjadi pada Kota Sintang sebesar 0,98 persen, Kota Banjarmasin sebesar 0,83 persen, Kota Singkawang sebesar 0,63 persen, Kota Kotabaru sebesar 0,63 persen, Kota Palangkaraya 0,47 persen, Kota Tanjung 0,42 persen, Kota Pontianak 0,28 persen, Kota Balikpapan 0,25 persen, Kota Samarinda 0,24 persen, dan Kota Sampit 0,17 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) 4 Januari 2021 dalam rilisnya mencatat, Provinsi Kaltara diukur dari gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor, pada Desember 2020 kemarin mengalami inflasi sebesar 0,12 persen. Kota Tarakan mengalami inflasi 0,13 persen dan Kota Tanjung Selor inflasi sebesar 0,05 persen.

Inflasi 0,12 persen tersebut disimpulkan terjadi perubahan IHK dari 104,49 pada bulan November 2020 menjadi 104,62 pada bulan Desember 2020. Inflasi tahun kalender sebesar 1,32 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,32 persen.

Inflasi di Kaltara dipengaruhi kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,03 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,53 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah
tangga sebesar 0,03 persen.

“Sedangkan deflasi di Kaltara dipengaruhi penurunan indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -1,24 persen dan kelompok transportasi sebesar -1.14 persen,” kata Panca Oktianti, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kaltara, Senin 4 Januari 2021.

Secara nasional, laju inflasi Indonesia mencatat sejarah baru pada tahun 2020. Sebab, selama tahun tersebut tingkat inflasi tercatat hanya 1,68 persen yang merupakan terendah dalam sejarah.

Rendahnya laju inflasi imbas pandemi Covid-19 yang menekan daya beli masyarakat.

“Inflasi tahunan terendah sejak BPS merilis angka inflasi. Jadi ini memang terendah angkanya,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto dalam konfrensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (4/1/2021). (*)

Penulis: Muhammad Wil
Editor: Newsroom

Tags

Related Articles

Back to top button
Close