Good News Pemprov KaltaraHeadline
Trending

Teguh Setyabudi: Hati Saya Tertambat di Kaltara

TANJUNG SELOR, KBSC – Teguh Setyabudi segera mengakhiri masa tugas sebagai Penjabat Sementara Gubernur (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada 5 Desember 2020 ini.

Sebelumnya ia diangkat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada 25 September 2020. Masa jabatannya selama 71 hari.

Kamis (3/12/2020), Teguh Setyabudi menceritakan banyak kisah awal ia dipercaya memimpin Kaltara sementara waktu. Pertama kali terbersit di pikiran Teguh, ia akan bertugas di salah satu provinsi perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pria kelahiran Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada 8 Maret 1967 ini relatif mengikuti perkembangan di provinsi 34 di Tanah Air ini sebab pengalamannya pada akhir tahun 2013 menjabat sebagai Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri.

“Saya mengikuti perkembangan Kaltara yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012. Artinya baru 8 tahun sedikit dan sebagai provinsi termuda dari 34 provinsi Indonesia,” sebut Teguh Setyabudi.

Ia diamanahkan menjadi Pjs Gubernur sampai 5 Desember 2020, mengingat kepala daerah definitif, gubernur dan wakil gubernur Irianto Lambrie-Udin Hianggio akan berkantor lagi pasca cuti melaksanakan kampanye pilkada.

Teguh sebelumnya sudah beberapa kali ke Kaltara, sehingga provinsi ini relatif tidak asing baginya.

“Saya sebelum menjadi Kepala BPSDM Kemendagri, saya Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus. Artinya saya relatif sudah memahami tentang pemekaran-pemekaran DOB. Termasuk Kaltara mulai dari Tana Tidung dan bagaimana proses pemekaran Kaltim yang kemudian ada provinsi Kaltara,” sebutnya.

Sejak awal diamanahkan sebagai Pjs Gubernur, Teguh mengaku sejak itu juga berkomitmen akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan tugas barunya.

Lulusan terbaik Fisipol Universitas Gajah Mada tahun 1991 ini menaruh apresiasi besar pada Kaltara sebagai provinsi yang termuda di Indonesia. Utamanya indikator makro ekonomi, Kaltara yang terus menunjukkan perkembangan luar biasa menurutnya.

Ia memahami, sebagai provinsi termuda ada saja tantangan utamanya. Teguh menyebutkan, tantangan utama Kaltara adalah masih perlunya pembangunan infrastruktur yang merata sampai kawasan-kawasan perbatasan untuk membuka isolasi daerah-daerah terluar.

Teguh mengakui potensi alam Kaltara yang luar biasa.

“Setelah saya dalami lagi ternyata Kaltara juga disebut sebagai miniatur Indonesia. Di sini banyak sukunya, agamanya. Kemudian juga antara lautan dan daratan. Di sini plural, majemuk dan itu juga saya menemukan ada persatuan dan kesatuan masyarakat di Kaltara,” ujarnya.

Keanekaragaman budaya di lima kabupaten/kota di Kaltara yaitu Bulungan, Tarakan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung sangat diapresiasi anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan H Kardoyo (almarhum) dan Hj Sulastri ini.

“Ini semua modal besar untuk Kaltara makin maju ke depan,” ujarnya.

Satu hal lagi yang digarisbawahi Teguh Setyabudi. Hatinya telah tertambat di Kaltara. Ia berjanji akan tetap kembali di Kaltara dan menjadi bagian masyarakat provinsi termuda di Indonesia.

“Hati saya sudah tertambat di Kaltara. Jika dibutuhkan, saya akan selalu siap membantu Kaltara. Kaltara sudah menjadi bagian dari sejarah hidup saya. Dan saya pun menjadi bagian sejarah dari Kaltara meskipun hanya sebagian pejabat sementara,” tutur Teguh.

Aktivitas kesehariannya baik saat bekerja maupun saat bersantai kerap diunggah di media sosial Instagram dan Facebook. Ia ingin setiap momen yang dibagikan ke media sosial menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berbuat baik bagi Kaltara utamanya dalam hal pembangunan.

“Misalnya saya memancing ikan di perairan Tarakan, supaya orang melihat bahwa spot mancing di Kaltara tidak kalah bagus. Ikannya besar-besar. Banyak teman saya yang melirik. Mudah-mudahan ada investor baru di sektor perikanan kelautan.

“Demikian juga ketika saya bersepeda dan berfoto di tempat tertentu. Saya menyampaikan pesan ke pengguna media sosial bahwa Kaltara itu tidak kalah cantiknya untuk dikunjungi,” sebutnya.

Penulis: Muhammad Wil
Editor: Newsroom

Tags

Related Articles

Back to top button
Close