Halo PolisiHeadline
Trending

Longsor di Bebatu, Polda Simpulkan Penyebabnya

TANJUNG SELOR – Masih ingat tragedi tanah longsor mirip likuifaksi di site Bebatu, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT) pada 28 Oktober tahun lalu?

Peristiwa yang menyebabkan IM meninggal dunia itu dalam penyelidikan jajaran Polres Bulungan. Penyidik berusaha keras mengungkap penyebabnya secara pasti.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Ini menyangkut dari kinerja perusahaan hingga menyebabkan korban jiwa. Faktor-faktornya juga masih kita cari, apakah betul faktor alam ataupun ada faktor yang lain,” kata Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang Melalui Kanit Tipidter Ipda M Patria Pratama, Kamis (5/11/2020).

Empat orang saksi telah dimintai keterangan atas peristiwa tersebut. Masing-masing dua orang saksi dari perusahaan serta rekan kerja korban.

Pihak keluarga yang masih berduka, belum dapat dimintai kesaksian. Polisi memakluminya.

“Kita tunggu waktu yang tepat dulu,” sebutnya.

Dari keterangan para saksi, polisi berkesimpulan peristiwa tersebut murni karena kecelakaan kerja.

Saat pergeseran tanah terjadi di ketinggian 7 meter, saksi sempat mengontak korban untuk segera beranjak. Namun upaya tersebut tidak berhasil menyadarkan IM yang tengah beristirahat di dalam kabin mobil merk Hilux. Seketika tanah yang bergeser menimbun kendaraan yang di dalamnya ada IM sedang beristirahat.

“Perusahaan menilai itu murni faktor alam. Karena perusahaan menerangkan bahwa semua prosedur sudah dilakukan. Upaya-upaya ketika emergency juga sudah dilakukan untuk menyelamatkan korban,” ujarnya.

“Begitu juga keterangan dari rekan kerja korban. Begitu (saksi) melihat ada pergeseran tanah, (korban) sudah ditelpon tapi tidak diangkat. Di klakson pakai alat berat tidak diindahkan juga. Dipanggil-panggil pakai radio HT juga tidak ada balasan. Jadi kesimpulan sementara kita, memang murni kecelakaan kerja,” sambungnya.

Barang bukti dalam peristiwa tersebut masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) karena masih tertimbun tanah.

“Tapi di TKP sudah kita pasang police line. Aktifitas pertambangan sementara waktu dihentikan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, tanah longsor yang menyebabkan korban jiwa itu terjadi di kawasan pertambangan milik PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ). Peristiwa itu terjadi 8 Oktober 2019 sekitar pukul 05.00 dini hari, saat korban sedang beristirahat. (*)

Penulis: Tim 4
Editor: Muhammad Wil

Tags

Related Articles

Back to top button
Close