COVID19Headline
Trending

Flu Wuhan Kian Mengkhawatirkan di Tarakan, Ini Jawaban Satgas Provinsi

TANJUNG SELOR, KBSC – Satgas Penanganan COVID-19 Kalimantan Utara mengungkap penyebab tingginya angka pertumbuhan kasus konfirmasi positif di Kota Tarakan.

Kurang lebih sepekan, COVID-19 atau Flu Wuhan di Tarakan makin menaik. Tanggal 19 November terdapat tambahan pasien positif sebanyak 20 orang di Tarakan. Umumnya dari pelaku perjalanan.

Lanjut pada 20 November, bertambah 14 orang yang seluruhnya berasal dari klaster Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan milik Pemprov Kalimantan Utara.

Sehari kemudian atau tanggal 21 November, tambahan pasien positif baru muncul terhadap 26 orang, didominasi pelaku perjalanan dari luar Tarakan. Sisanya diikuti kontak erat dan tambahan klaster RSUD.

Tanggal 22 November kian menjadi dengan tambahan 45 orang positif baru bersumber dari kontak erat dan tambakan klaster RSUD.

Tak berhenti, tanggal 23 November, meningkat dengan tambahan kasus positif sebanyak 59 orang. Lagi-lagi sumber penularan dampak perjalanan dan kontak-kontak erat pasien sebelumnya.

Kemudian pada 24 November kemarin, bertambah 27 orang bersumber dari transmisi lokal dan klaster RSUD.

Rabu (25/11/2020) hari ini, bertambah lagi sebanyak 40 orang didominasi sumber penularan kontak erat dan transmisi lokal.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Utara Agust Suwandy mengatakan, tambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang cukup signifikan di Kota Tarakan adalah dampak makin melemahnya penerapan protokol kesehatan.

Faktor lain diduga dipicu dari kondisi makin terbukanya akses transportasi, pariwisata, dan kegiatan-kegiatan massal.

“Kalau di rumah sakit (RSUD) memang selama ini sudah lama tidak dilakukan skrining sehingga kasus sudah menyebar sedemikian rupa,” kata Agust Suwandy kepada Kaltarabisnis.co, Rabu (25/11/2020).

“Beberapa waktu lalu sempat mau diadakan swab massal di RS Tarakan. Tetapi masih terkendala dengan keterbatasan pemeriksaan dan bahan penunjangnya. Jadi masih mengutamakan bagi pasien suspek atau kontak erat,” tambahnya.

Agust menegaskan, tenaga kesehatan memiliki resiko tertular cukup besar karena bertugas di garda terdepan penanganan pasien positif COVID-19. (*)

Penulis: Muhammad Wil
Editor: Muhammad Wil

Tags

Related Articles

Back to top button
Close