ElectionHeadlineNasional
Trending

Firli: KPK Hadir Pantau Pilkada Serentak 2020

TANJUNG SELOR, KBSC – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri mengungkapkan masih cukup banyak kepala daerah yang melakukan tindak pidana korupsi.

Firli mencatat sekitar 21 orang gubernur dan 115 bupati/walikota yang sampai saat ini diterungku KPK karena melakukan rasuah.

Masih banyaknya kepala daerah yang sering terlibat rasuah, KPK berupaya membendung dengan melakukan pencegahan sejak dini. Firli menyebutnya pendidikan masyarakat budaya anti korupsi. Sasarannya mulai penyelenggara negara, calon penyelenggara negara.

“Dalam Pilkada 2020 yang dilaksanakan di 270 daerah diikuti 736 peserta pasangan calon, KPK hadir di sana. Bukan KPK ikut bermain dalam kegiatan politik, bukan. Tapi KPK sadar bahwa kepala daerah memiliki kekuasaan yang besar. Orang yang besar biasanya menyalahgunakan kekuasaan sehingga dari awal kita kasih tahu bahwa Anda harus punya komitmen dan niat yang lurus,” sebut Firli di hadapan wartawan di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, Pilkada bukan akhir yang dituju. Melainkan pemimpin yang berintegritas.

“Tentu kalau orangnya sudah berintegritas kita tidak akan melakukan korupsi,” sebutnya.

Pada prinsipnya kata Firli, walaupun jumlah personilnya terbatas hanya 1.603 orang, KPK tetap bekerja.

“Karena pada prinsip kerja KPK adalah bekerjasama melibatkan masyarakat supaya seluruh informasi terjadi korupsi itu mengalir dari rakyat datang dari masyarakat,” ujarnya.

“Jangan berpikir kepala daerah atau siapa pun berpikir bahwa KPK akan sulit untuk mengungkap kasus korupsi? KPK punya jutaan maka rakyat yang melaporkan kalau ada yang melakukan korupsi dan setiap informasi kita respon kita kumpulkan data kita lakukan penyelidikan benar tidaknya suatu peristiwa pidana,” tambahnya.

Firli juga menegaskan, KPK bekerja berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi.

“KPK bekerja berdasarkan alat bukti. Tidak bisa kita bekerja tanpa alat karena memang penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik sesuai dengan undang-undang, mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti sehingga membuat suatu perkara menjadi terang dan menemukan tersangka. Kita bukan peramal,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Wil
Editor: Kaltarabisnis.co

Tags

Related Articles

Back to top button
Close