COVID19Headline
Trending

Tambah 29 Positif Covid-19 di Tarakan, Pesan Jubir GTPPC19 Kaltara Ini Patut Disimak

KBSC – Ada penambahan signifikan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (23/9/2020).

Dirilis Gugus Tugas/Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) Kalimantan Utara, jumlah penambahan tercatat 29 kasus. Penambahan tersebut semuanya terjadi di Kota Tarakan.

Juru Bicara GTPPC19 Kalimantan Utara Agust Suwandy mengatakan, 29 orang yang positif itu adalah kontak erat dari pasien-pasien positif sebelumnya.

Dengan demikian, terakumulasi kasus positif di Kalimantan Utara sebanyak 532 orang dengan tingkat kesembuhan mencapai 432 orang.

“Hari ini total ada 97 orang positif yang masih dirawat dengan rincian 45 orang di Tarakan, 43 orang di Bulungan, 4 orang di Malinau, dan 5 orang di Nunukan,” kata Agust, Rabu (23/9/2020).

Kabar baiknya, 4 orang di Bulungan telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka sempat tertular dari kontak erat, transmisi lokal, dan memiliki riwayat perjalanan dari Samarinda.

Agust mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Menurutnya, resiko tertular Covid-19 tidak boleh dianggap enteng.

“Jangan melihat bahwa ini teman atau keluarga, enggak apa-apalah cipika-cipiki. Padahal kita tidak tahu dengan siapa saja mereka pernah berinteraksi,” ujarnya saat membawa materi dalam Sosialisasi Diversifikasi Pangan Lokal di Tanjung Selor.

Agust menegaskan, sebisa mungkin individu memproteksi dirinya dengan protokol kesehatan yang tepat. Dan yang paling dekat adalah memproteksi anggota keluarga.

“Jangan sampai pulang ke rumah membawa virus. Karena kasihan kalau ada anggota keluarga yang punya riwayat penyakit jantung, diabetes, hipertensi,” imbuh pria yang juga menjabat Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kalimantan Utara ini.

“Kena Covid-19 itu sama dengan sudah kena penyakit jantung 10 tahun. Cepat sekali reaksinya, akan sesak nafas. Jadi sangat riskan. Covid-19 cepat bermutasi di dalam tubuh manusia. Kalau tidak sama-sama kita jaga, kita tidak akan bisa berhasil mengendalikannya,” tutur pria yang juga sebagai Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kalimantan Utara ini. (*)

Penulis: Muhammad Wil
Penyunting: KBSC

Tags

Related Articles

Back to top button
Close