COVID19Headline
Trending

Agust Suwandy: Tak Tepat Ada yang Sebut Klaster Dinkes

KBSC – Dinas Kesehatan Kalimantan Utara menegaskan tidak tepat jika instansi itu disebut sebagai klaster baru penyebaran Covid-19, pasca 3 orang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu diutarakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltara sekaligus Juru Bicara Gugus/Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara, Agust Suwandy. Pasalnya, riwayat penularan ketiga staf Dinas Kesehatan itu dari sumber yang berbeda.

“Sebenarnya tidak cocok disebut klaster Dinkes. Karena sepertinya riwayat penularan mereka berbeda-beda. Biasanya kalau kami menyebut klaster kalau memang ditemukan secara bersama-sama dalam satu waktu dengan riwayat yang juga sama,” tutur Agust Suwandy melalui pesan singkat di WhatsApp Group Info Covid-19 Kalimantan Utara, Jumat (18/9).

Kata Agust, tiga orang staf yang positif, diduga berasal dari penularan dari keluarga lain. Ada yang pulang dari Samarinda dan ada yang kemungkinan dari kegiatan pelayanan.

“Sebagian besar staf sudah menjalani swab, termasuk keluarga mereka. Sebagian sudah keluar hasil swab negatif. Yang lainnya masih proses,” tuturnya.

Awal mula diketahuinya ada paparan Covid-19 terhadap staf Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, berasal saat dilakukan skrining rapid tes.

“Beberapa staf reaktif dan dilanjutkan dites swab. Ketemu 3 yang swab positif,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian itu perlu dimaklumi bersama-sama bahwa tenaga kesehatan termasuk di Dinas Kesehatan memiliki resiko yang besar karena bertugas melayani masyarakat.

“Termasuk kami di Dinkes Provinsi tiap hari ada pelayanan rapid tes, pengantaran sampel, pembagian logistik, dan lain-lain,” ujarnya.

Melihat perkembangan kasus konfirmasi positif di Kalimantan Utara yang cenderung lebih meningkat, telah disikapi oleh Tim Satgas dengan berbagai cara.

“Tim Satgas sudah mulai bergerak untuk penertiban protokol kesehatan. Beberapa daerah juga sudah menetapkan peraturan bupati/walikota tentang sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

“Yang masih sulit adalah mengendalikan pelaku perjalanan, karena transportasi sudah semakin terbuka luas. Sementara banyak peningkatan kasus dari pelaku perjalanan,” tuturnya.

Penulis: KBSC
Penyunting: KBSC

Tags

Related Articles

Back to top button
Close