HeadlineNasional
Trending

Bukan Cina, Busana Adat Pengantin Tidung Hiasi Pecahan Rp 75 Ribu, Berikut Fakta Lainnya

KBSC – Busana pengantin suku Tidung mendadak viral di jagad maya bertepatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8) kemarin.

Muasalnya, ketika beberapa netizen menganggap busana pengantin suku Tidung yang dikenakan salah satu anak dalam penampakan uang pecahan Rp 75 ribu yang diluncurkan bertepatan Hari Kemerdekaan itu adalah busana adat Cina.

Akun Twitter @Rianaa_na09 mungunggah mengunggah foto tampilan uang tersebut dengan menyertakan tanda panah yang menulis keterangan yang memancing komentar.

“”Ini uang pecahan 75000 yg di keluarkan BI Hari ini.itu yg tengah pakaian adat mana ya ada yg tau??” tulisnya.

Unggahan itu pun ramai dikomentari netizen dengan berbagai penjelasan. Namun, komentar akun @SalimBo77555895 membuat kegaduhan karena menganggap pakaian itu sebagai pakaian adat Cina.

“Itu mah jelas Adat CHINA…selama Ane belajar disekolah sampe skarang,Baru Tau Ada Baju Adat Kaya Bangsa China #PantasNGOTOT bikin Uang 75 ribuan,” tulisnya.

Komentar itu pun ramai dihujat netizen. Ada juga yang meluruskan berusaha memberi tahu kepada netizen lainnya bahwasanya busana tersebut adalah busana pengantin salah satu suku asli Kalimantan, yakni Suku Tidung. Suku Tidung sebagian besar mendiami wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur, dan beberapa Malaysia.

“karena org2 itu otak dan hatinya sudah penuh dengan kebencian dan kedengkian,” kata seorang netizen.

“KADRUN gobloknya KOMPAK. Liat pakaian Dayak Tidung Kalimantan Utara dikira pakaian adat China. Kadrunwati. @Rianaa_na09 bagian yg lempar bola. kadrunlaki @SalimBo77555895 bagian yg nelan bola2 mentah,” tulis akun yang lain.

Sebagian Besar Mendiami Provinsi Kalimantan Utara

Dilansir dari Wikipedia, suku Tidung merupakan suku yang berasal dan bermukim di bagian utara Pulau Kalimantan (Kalimantan Utara).

Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah. Sehingga merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (Negeri Sabah). Awalnya suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda.

Di Indonesia, populasi suku Tidung mencapai 325.000 jiwa. Sedang di Malaysia diperkirakan 58.000 jiwa. Masyarakat Tidung berkonsentrasi paling banyak di Provinsi Kalimantan Utara, kurang lebih sebanyak 190.000 jiwa. Di Kalimantan Timur kurang lebih mencapai 45 ribu jiwa.

Tiga Suku Lokal di Kalimantan Utara

Selain suku Tidung, di Kalimantan Utara juga terdapat suku asli lainnya yakni suku Bulungan dan suku Dayak (beserta sub rumpun lainnya). Tiga suku asli di Kalimantan Utara ini biasa disebut Bultiya oleh masyarakat atau Bulungan, Tidung, Dayak.

Keterkaitan ketiga suku ini juga digambarkan ke dalam motif batik khas Kalimantan Utara yaitu Batik Bultiya. Corak batik berwarna kuning mewakili suku Bulungan, corak berwana biru mewakili suku Tidung, dan corak batik warna hitam mewakili suku Dayak.

Iwarebatik.org menulis, motif tersebut diciptakan oleh Ridwansyah, seorang pengrajin batik dari Kabupaten Bulungan. Ia menciptakan motif ini untuk menghargai dan membantu memperkuat hubungan serasi antar suku di Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Bulungan.

Ciri-ciri Uang Rp 75 Ribu

Uang pecahan baru edisi khusus HUT ke-75 RI diluncurkan, Senin (17/8/2020) oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara virtual. Uang kertas nominal pecahan Rp 75.000 ini tidak diedarkan secara bebas.

Sri Mulyani berujar, terdapat 75 juta lembar uang spesial yang dicetak dan bisa didapatkan masyarakat untuk dijadikan koleksi.

Pada tampak muka uang ini, diisi gambar utama yaitu pahlawan nasional Ir Soekarno dan Drs Mohamamad Hatta. Sedang di halaman belakang diisi gambar 9 anak Indonesia mengenakan busana adat 9 daerah di Indonesia.

Kesembilan daerah tersebut yakni Aceh, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, dan Papua.

Gambar-gambar pada uang pecahan Rp 75 tersebut punya wujud makna mensyukuri kemerdekaan, menyongsong masa depan gemilang, dan memperteguh kebhinekaan.

Gambar anak laki-laki yang mengenakan busana pengantin Tidung dibenarkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal.

“Kita berbangga, salah satu dari 9 foto yang terpampang mewakili Kalimantan Utara,” ujarnya.

Penulis: Muhammad Wil
Editor: KBSC

Tags

Related Articles

Back to top button
Close