Good News Pemprov Kaltara
Trending

Respons Kaltara: Digitalisasi Kunci UMKM Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

TANJUNG SELOR – Geliat pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi tumpuan pemerintah untuk menguatkan ekonomi. Pemerintah pusat pun beberapa waktu lalu telah mengisyaratkan agar UKM dapat bertahan pada masa pandemi.

Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Dhika Arya Perdana mengungkapkan, solusi agar UKM dapat bertahan adalah dengan melakukan digitalisasi. Artinya, mau tidak mau sumber daya yang dimiliki harus menguasai teknologi.

Beberapa waktu lalu, KPw BI Kaltara juga telah menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM mengenai Digitalisasi UKM. (Baca juga: Pemprov Selesaikan 56 Ruas Jalan Lingkungan di Lima Daerah)

“Di masa pandemi yang belum berakhir, kita dipaksa beralih agar perekonomian kita dapat tumbuh, salah satunya adalah digitalisasi,” jelas Dhika.

Akan tetapi, formula itu sangat bergantung dengan kesediaan fasilitas internet yang mumpuni. Bagaimana dengan daerah yang belum memilikinya?

Dhika menjelaskan, digitalisasi ini adalah jembatan antara pelaku UMKM dan perbankan. Di mana melalui program ini, pihak perbankan akan lebih mudah menawarkan kredit kepada pelaku UMKM.

Keuntungannya, lanjut Dhika, adalah efisiensi dan transparansi soal harga. Akan jauh lebih murah, dan memudahkan konsumen.

“Apalagi di era pandemi ini, sangat membutuhkan efisiensi,” jelasnya. 

Terkait dengan kondisi daerah yang belum memiliki fasilitas internet maupun jaringan, Dhika mengungkapkan, ada agregator yang punya peran sebagai pengumpul produk yang akan dijual. 

“Tugas agregator adalah mengumpulkan produknya untuk didistribusikan ke platform digital yang sudah dikerjasamakan,” jelas Dhika.

Dalam paparannya, Dhika juga menjelaskan dominasi pertumbuhan ekonomi di Kaltara masih bertumpu pada konstruksi. Terkait UMKM, BI Kaltara melihat dengan pendekatan porsi kredit sudah melebihi 20 persen. Secara aturan penyaluran kredit UMKM dibanding kredit korporasi. 

“Di Kaltara penyaluran kredit sudah melebihi 20 persen, hingga Juni 2020 porsinya 21,89 persen meski sedikit menurun dibanding tahun 2019,” jelasnya.

Sementara terkait sektor utama kredit UMKM masih didominasi oleh sektor perdagangan, sekitar 64,72 persen. Yang kemudian disusul oleh Sektor Pertanian sebesar 15,58 persen. Untuk wilayah penyalurannya masih didominasi Kota Tarakan sebesar 43,8 persen.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltara, Muhtori mengungkapkan, UMKM sangat berperan penting untuk perekonomian, khususnya di Kaltara. 

“Jumlah UMKM di Kaltara cukup besar, mencakup semua sektor,” jelasnya.

Ia menceritakan, UMKM dapat terus eksis jika dibarengi dengan perhatian pemerintah. Disperindagkop-UMKM Kaltara rutin memberikan pelatihan guna meningkatkan kemampuan UKM di daerah.

“Berbagai sektor, karena antusiasmenya sangat besar. Karena itu harus kita berikan pendampingan,” jelasnya. 

Muhtori mengamini peran digitaliasi UKM untuk bertahan. Di Kaltara, cukup banyak sekali kreasi yang dilakukan oleh pelaku UKM di masa pandemi. Dengan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya. 

“Ini justru menjadi angin segar bagi pelaku UMKM lainnya, agar mampu bertahan di masa pandemi,” sebutnya.

Pimpinan Kantor Wilayah PT BPD Kaltimtara Muhammad Hidayat mengungkapkan, kredit UMKM sangat banyak diberikan. Misalnya, kredit ternak sejahtera, perikanan, sawit. Fasilitas kredit diberikan berdasarkan anjuran pemerintah dan memiliki kriteria persyaratan yang berbeda.

“Fasilitas kredit yang diberikan melalui sejumlah segmen, untuk di Kaltara capaiannya sudah Rp 380 miliar yang sudah tersalurkan untuk 2553 nasabah yang di-cover,” tuturnya. 

Target di TW II perkembangan kredit UMKM di wilayah Kaltara sudah mengalami pertumbuhan 103,034 persen. (*)

Penulis: Humas
Editor: KBSC

Tags

Related Articles

Back to top button
Close