HeadlineLocalProperti
Trending

Lokasi di Tengah Kota, BUMD Pemprov Segera Pasarkan 207 Unit Hunian Modern

TANJUNG SELOR – Perseroan daerah PT Benuanta Kaltara Jaya (BKJ) segera memasarkan 207 unit perumahan dari jenis usaha properti yang dijalankannya. Lokasinya cukup strategis, masih termasuk dalam kawasan pusat kota Tanjung Selor.

Dari 207 unit yang bakal dipasarkan terdapat 110 unit tipe 36, 45 unit tipe 54, dan 43 unit tipe 60. Hunian-hunian tersebut mengusung konsep modern. PT BKJ menamai klaster perumahan ini Benuanta Sabanar Peace Residence.

Tiap hunian akan dibangun lengkap dengan pagar. Spesifikasi bangunan yang dipakai pun di atas standar dan terkesan mewah.

“Nanti dibangun sampai berpagar semua dengan kondisi struktur spesifikasi bangunan sedikit mewah. Dilengkapi kloset duduk dan sebagainya. Nanti sudah lengkap dengan paving blok jalanan masuk di rumah. Tidak terlihat lagi tanah-tanah merah. Langsung ready rumput. Fasilitas umum juga tentu disiapkan dan tidak kelihatan kumuh,” ujar Direktur PT BKJ Haeruddin Rauf, Kamis (2/7/2020).

Dengan keunggulan yang dimiliki, harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Hunian tipe 36 dibanderol Rp 250 juta, tipe 54 Rp 350 juta, dan tipe 60 Rp 450 juta.

“Ada sisi keunggulan yang kita tonjolkan. Misalkan untuk properti tipe 36 komersil itu rata-rata Rp 270 juta. Kita ambil tengahnya, sehingga jatuh di Rp 250 juta. Kedua, posisi kota di tengah kota,” ujarnya.

Haeruddin Rauf menyasar target pasar kalangan masyarakat menengah ke atas misal aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, dan pegawai instansi vertikal lainnya.

“Satu kelebihan bahwa produk yang kita tawarkan ini tidak memakai sistem KPR komersil. Tetapi cukup dengan SK saja sudah bisa memiliki rumah ini. Dan produknya mentok sampai sertifikat. Dan sertifikat itu tidak digadai,” ujarnya.

Saat ini sudah ada 6 calon user yang melirik properti yang dikembangkan BUMD milik Pemprov Kaltara itu. Kata Haeruddin Rauf, saat ini masih merampungkan pematangan lahan. Dan huniannya akan dibangun setelah user atau calon pembeli menyelesaikan ketentuan dan syarat yang diputuskan PT BKJ.

Insyaallah akan segera kita pasarkan. Kita tinggal melakukan finalisasi brosur dan video konsep bangunan dalam dua tiga hari ini. Setelah itu akan kita launching. Launching nanti apakah pada saat peletakan batu pertama atau penyerahan kunci, ini yang sedang kita atur dengan jadwal Pak Gubernur,” ujarnya.

Penjualan properti ini akan mencapai omzet Rp 40 miliar. Targetnya, Rp 5 miliar akan masuk ke kas daerah Pemprov Kaltara.

“Sudah menjadi tugas kami untuk menggenjot adanya pemasukan bagi kas daerah. Dan kami konsen dalam tiga bulan terakhir. Dan untuk diketahui bahwa kita tidak profit oriented murni. Kita tetap akan selalu mengedepankan prinsip sosial masyarakat. Kita memiliki tanggungjawab sosial,” ujarnya. (kbsc)

KLIK JUGA: – Bangun 3.000 Rumah Subsidi, APERSI Kaltara Silaturahmi ke Wakapolda
Backlog Hunian di Kaltara Sentuh 41.533 Unit, Harga Lahan jadi Biang?

Tags

Related Articles

Back to top button
Close