Uncategorized
Trending

Sepekan Pasien Positif Bertambah di Kaltara, Pertanda Gelombang Kedua? Ini Ulasan Gugus Tugas

KALTARABISNIS.CO – Sepekan terakhir atau sejak 18 Juni 2020 hingga Rabu (24/6/2020), di Kaltara terjadi penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 orang. Dari contact tracing tambahan kasus ini dipicu transmisi lokal dan pergerakan orang masuk dari luar Kaltara.

Pada tanggal 18 Juni, akumulasi pasien positif sebanyak 171 orang, bertahan sepekan lebih. Hingga Rabu (24/6/2020), akumulasi positif Covid-19 bertambah menjadi 178 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara Agust Suwandy mengatakan, transmisi lokal yang memicu tambahan kasus positif merupakan kasus paparan virus kepada sejumlah tenaga medis yang bertugas di lapangan.

“Tenaga kesehatan memang beresiko besar. Apalagi tenaga pengambil sampel mereka langsung berhadapan. Jadi tidak bisa dicegah 100 persen, walaupun mereka pakai alat pelindung diri sudah maksimal. Mungkin sekali-kali ada kelengahan,” kata Agust, Rabu (24/6/2020).

Adanya transmisi lokal dengan tenaga kesehatan menjadi korbannya, membuat pusat layanan kesehatan dan rumah sakit rujukan di Kaltara semakin memperketat dan selektif melakukan pelayanan. Sejak kasus konfirmasi positif Covid-19 perdana di Kaltara, rumah sakit mengambil langkah-langkah protokol ketetapan yang cepat. Petugas yang berhadapan langsung dengan pasien mulai dari petugas pendaftaran, sampai ke layanan-layanan, sekarang memakai APD minimal level 1.

APD level 1 mencakup masker dan sarung tangan karet. Level II ditambah faceshild. Level III memakai APD lengkap. Dan semenjak ada kasus konfirmasi positif, tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 hanya diperbolehkan melakukan penanganan di ruang isolasi, tanpa menangani pasien umum. Mereka bahkan disediakan tempat khusus untuk isolasi mandiri.

“Itu sudah ada protap yang ditetapkan Kemenkes dan harus dipatuhi tenaga kesehatan. Alur-alur layanan juga sudah diatur sedemikian rupa agar masyarakat, pasien umum, pengunjung, dan tenaga medis aman. Apalagi ketika ada yang dinyatakan positif di situ ada pengetatan SOP dari biasanya,” ujarnya.

Agust menegaskan, tambahan pasien Covid-19 sepekan terakhir bukan berarti telah terjadi kasus gelombang kedua di Kaltara. Tren peningkatan kasus selama satu pekan terakhir masih sangat minim dibandingkan kasus puncak kurva pada bulan April kemarin.

“Jadi tidak seperti itu. Tetapi kita tetap lihat trennya nanti. Ada indikatornya. Ketika kasus itu kenaikannya melebihi 50 persen dari puncak kemarin. Misalnya puncak tertinggi kita 20 pasien per hari, kemudian 50 persennya berarti 10. Misalnya melebihi 50 persen, itu tanda indikator yang tidak baik. Tapi yang baru-baru ini tidak. Hanya tambahan rata-rata 1 per hari. Sehingga dari persentase, masih sangat jauh dari 50 persen persentase puncak,” ujarnya.

Selain dipicu transmisi lokal, penambahan kasus positif juga terjadi dari orang yang masuk ke Kaltara. Pada 20 Juni 2020 dua orang ABK Kapal KM FUEN 7 asal Batulicin Kalimantan Selatan yang berlabuh di Tarakan, dinyatakan positif Covid-19.

“Jadi, kita daerah yang menemukan itu ketibanan harus memasukkan datanya di wilayah kita. Bukan masuk datanya di wilayah berasal. Ketetapannya memang begitu dari pusat,” ujarnya.

Masyarakat diimbau selalu mewaspadai transmisi lokal dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. (van/kbsc)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close