COVID19Good News Pemprov KaltaraHeadline

Selain PCR, Kaltara Periksa Spesimen Corona Metode TCM, Gubernur Ungkap Persiapannya

TARAKAN – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyampaikan kabar gembira terkait penanganan pasien Covid-19 di Kaltara. Akhir Mei ini, Kaltara sudah dapat melakukan pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

Cartridge khusus SARSCov yang diimpor dari Amerika Serikat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejatinya telah tiba di Tanah Air. Namun pemerintah daerah belum dibenarkan membelinya secara langsung atau mandiri.

Kemenkes akan membagikan cartridge tersebut ke setiap daerah yang dianggap layak atau telah memiliki laboratorium yang memadai untuk melakukan TCM. Rencananya, RSUD Pemprov di Tarakan dan RSUD Nunukan kebagian cartridge ini.

Dengan metode TCM, sampel swab diekstrasi ke dalam cartridge untuk dianalisis dengan kompeterisasi. Hasilnya akan terbaca sekitar 45 menit.

“Tahap pertama Kaltara terima 120 buah cartridge. Masing-masing sebanyak 60 buah untuk RSUD Nunukan dan RSUD Pemprov,” kata Irianto.

Berdasarkan klasifikasi rumah sakitnya, di Kaltara baru RSUD Tarakan yang layak melakukan pemeriksaan metode TCM. Sebab rumah sakit tersebut telah memiliki Biological Safety Cabinet atau BSC dan sudah berstatus rumah sakit kelas III.

“Otomatis cartridge untuk RSUD Nunukan dikirim ke RSUD Tarakan,” ujarnya.

Sejatinya alat TCM sudah tersedia di 6 RSUD di Kaltara dan 2 Puskesmas. Namun TCM tersebut untuk pemeriksaan sampel tubercolosae atau TBC. Melalui pengembangan baru, Covid-19 juga dapat dideteksi dengan metode TCM.

“Jadi TCM bukan untuk TBC saja, tapi dengan cartridge khusus SARSCov yang disematkan ke dalam CPU TCM, akhirnya juga bisa digunakan untuk mendeteksi Covid-19,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan sampel swab metode TCM di RSUD Tarakan tak bisa langsung diumumkan. Sebab hasil ujinya tetap harus dikirim ke Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kemenkes di Jakarta untuk tujuan perbandingan dan validasi hasil uji, positif ataupun negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara, Agust Suwandy menambahkan, tahap awal, TCM di RSUD Pemprov di Tarakan tidak diperuntukkan bagi umum. Metode ini sementara hanya diprioritaskan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) yang sampelnya sudah lama belum keluar hasil uji di Jakarta.

“Termasuk bagi gawat darurat, seperti PDP yang harus diputuskan negatif atau positif untuk penanganannya. Lalu untuk PDP yang meninggal dunia,” ujarnya.

“Info terakhir, peralatannya sudah mau dikirim, bahkan telah di-packing,” ujarnya.

RUSD Pemprov kata Agust juga tengah mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk uji sampel metode polymerase chain reaction atau PCR. Metode PCR bahkan jauh lebih cepat mendeteksi uji sampel swab pasien diduga terpapar virus Corona, yakni kurang lebih 2 jam untuk sebanyak 90 sampel. (humas/prv/kbsc)

Related Articles

Back to top button
Close