COVID19Good News Pemprov KaltaraHeadline
Trending

Gubernur Imbau Beribadah dan Berhari Raya di Rumah, Dewan Masjid: Utamakan Keselamatan Jiwa

TANJUNG SELOR – Pandemi Covid-19 masih merebak di Provinsi Kaltara. Hingga Selasa (19/5/2020), jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 160 orang. Keadaan ini diprediksi tetap terjadi pada saat Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Demi mencegah dan mengurangi resiko penularan Covid-19 pada saat Idulfitri, Gubenur Kaltara mengeluarkan edaran yang berisi imbauan kepada umat umat Islam dan pengurus masjid/mushola beribadah Idulfitri dengan menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Surat Edaran bernomor 300/0367.1/BKBP/GUB tertanggal 18 Mei tentang Pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah tersebut memuat empat substansi utama. Pelaksanaan malam takbiran misalnya, diminta agar dilaksanakan di masjid/mushola dengan menggunakan pengeras suara dan tidak melaksanakan takbir keliling.

Salat Idulfitri yang lazimnya dilaksanakan berjamaah di masjid atau di lapangan, agar dilakukan bersama keluarga di rumah. Adapun kegiatan silaturahmi halal bi halal, sesuai edaran dilakukan secara daring atau online.

“Saya harap edaran ini dijalankan dengan baik oleh masyarakat dan pengurus masjid/mushola. Bupati/Wali Kota juga perlu menyampaikan ketentuan-ketentuan ini sampai ke tingkat bawah seperti Desa dan RT,” kata Gubernur.

Bagi wilayah Zona Hijau Covid-19, Gubernur memberikan kesempatan kepada kepala daerah masing-masing dengan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan aparat keamanan setempat.

Surat Edaran yang dikeluarkan Gubernur mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 tertanggal 6 April tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah di Tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Selain itu, mengacu pada Fatwa Majalis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tanggal 20 Ramadan 1441 Hijriah/14 Mei 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

“Terakhir, hasil rapat dengan Menkopolhukam pada 18 Mei kemarin yang membahas pengamanan dan penegakan protokol kesehatan menyambut Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, Pemprov bersama unsur Kapolda, Danrem, Kabinda dan pimpinan Forkopimda lainnya di Kaltara akan melaksanakan sosialisasi dan pengawasan agar sedapat mungkin salat Idulfitri tidak dilaksanakan di masjid atau di lapangan.

“Mengantisipasi rawannya pelanggaran protokol kesehatan, Forkopimda siap melakukan pengawasan dan pengamanan,” ujarnya.

Tanggapan Ketua DMI Kaltara

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kaltara, Basiran menyatakan dukungan sepenuhnya atas substansi edaran Gubernur Kaltara perihal pelaksanaan ibadah Idulfitri 1441 Hijriah. Menurutnya, hal itu adalah bagian arahan dan petunjuk dari pemerintah, MUI, dan DMI Pusat.

“Sehingga diharapkan agar umat Islam yang merayakan Idulfitri tahun ini tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Basiran, sebuah kewajiban bagi umat Islam memelihara keselamatan jiwanya di tengah wabah Covid-19 yang secara global belum juga mereda. Sedangkan salat Idulfitri berjamaah di lapangan atau di masjid tuturnya, hukumnya adalah sunah.

“Oleh sebab itu kepada seluruh umat Islam dan seluruh ta’amir masjid untuk bersama-sama menaati imbauan pemerintah,” ujarnya.

“Jika tahun ini kita belum bisa shalat Ied berjamaah di masjid atau di lapangan secara bersama-sama karena pertimbangan keselamatan dan kesehatan jiwa, agar dapat dipatuhi. Karena itu hukumnya wajib bagi umat Islam memelihara keselamatan jiwa,” ujarnya. (hms/prv/kbsc)

Related Articles

Back to top button
Close