COVID19EkonomiHeadline
Trending

Presiden: Covid-19 di Kaltara Bikin Pedagang Kecil Turun Pendapatan hingga 36 Persen

TANJUNG SELOR – Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada Gubernur se-Tanah Air menghadapi Covid-19 melalui telekonferensi, Selasa (24/3/2020).

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, sampai saat ini Covid-19 telah menyebar di 189 negara. Tiga negara terbaru yang terdapat wabah adalah Suriah, Grenada, dan Mozambique.

Presiden mengatakan, Covid-19 adalah virus yang sangat sulit dicegahbaik masuk ke sebuah negara. Karena itu, penanganan Covid-19 di Tanah Air, harus satu visi dan dasar kebijakan yang sama.

Presiden meminta setiap kebijakan di provinsi dihitung baik dampak kesehatan dan keselamatan rakyat maupun dampak sosial ekonomi yang mengikutinya.

“Contoh sebuah provinsi dan kabupaten/kota igin membuat sebuah kebijakan sekolah diliburkan, kantor ditutup semuanya, kemudian tempat-tempat transaksi ekonomi milap pasar, tolong dihitung betul dikalkulasi betul dampak ekonominya,” tuturnya.

“Hitung berapa orang yang akan tidak bekerja, berapa pedagang asongan yang akan tidak bekerja, hitung berapa becak yang akan tidak bekerja, hitung berapa sopir yang tidak bekerja. Sehingga di dalam APBD, dukungan kepada sektor-sektor itu harus diberikan bantuan sosial,” tambah Presiden.

Ia menegaskan, jangan sampai Pemprov maupun Pemkab/Pemkot hanya melakukan penutupan atau lockdown, namun tidak dibarengi dengan kebijakan bantuan sosial untuk mendukung kebijakan itu.

Pada intinya, Presiden menginginkan tiga hal fokus. Pertama, keselamatan dan kesehatan adalah yang utama. Kedua, social safety net atau bantuan sosial harus disiapkan. Ketiga, menghitung detail dampak ekonomi.

Menangani Covid-19, ada tiga skenario yang disiapkan pemerintah yakni skenario ringan yang dilakukan saat ini, kemudian skenario sedang, dan skenario tinggi.

Paling tidak jika skenario sedang dilakukan, maka akan berdampak pada sejumlah lapangan-lapangan usaha di daerah.

Dari perhitungan pemerintah perihal daya tahan dan penurunan pendapatan akibat Covid-19, maka pendapatan buruh di Provinsi Nusa Tenggara Barat akan turun 25 persen dengan daya tahan antara Juni-September 2020.

Untuk pendapatan nelayan dan petani akan terdampak sangat berat di Kalimantan Barat, dengan penurunan pendapatan sebesar 34 persen, di mana daya tahan hanya akan berlangsung antara Oktober hingga Desember 2020.

Di Kaltara kata Presiden Joko Widodo, pedagang mikro dan kecil akan sangat terdampak. Penurunan pendapatan mereka mencapai 36 persen dengan kemampuan bertahan Agustus hingga Oktober 2020.

“Pedagang mikro dan pedagang kecil kalau skenarionya sedang yang paling berat di Kalimantan Utara, penurunan pendapatan sampai 36 persen. Dan Kemampuan bertahan Agustus sampai Oktober. Sopir angkot dan ojek paling berat di Sumatera Utara, 44 persen,” ujarnya.

“Angka-angka seperti ini mohon juga dikalkulasikan detil di daerah sehingga persiapan bantuan sosial oleh provinsi dan kabupaten betul-betul bisa disiapkan refokusing dan relokasi anggaran yang ada. Saya yakin masyarakat begerak, provinsi juga saya lihat sudah bekerja secara baik,” tambahnya. (arf/kbsc)

Related Articles

Back to top button
Close