DISPERINDAGKOP KALTARA CORNERMarket

Jelang Ramadan Disperindagkop Siap ‘Blusukan’ Bareng Satgas Pangan

“Untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok tentu kita tidak bisa sendiri. Kita tergabung dalam Satgas Pangan. Di dalam tim ini kita akan melakukan koordinasi, komunikasi, dan berkolaborasi “

Hartono, Kepala Disperindagkop-UMKM Kaltara

KBSC – Tingkat konsumsi masyarakat di bulan Ramadan diprediksi akan meningkat. Disperindagkop-UMKM Kalimantan Utara (Kaltara) telah menyiapkan langkah-langkah menjelang masuknya 1 Ramadan 1440 Hijriah atau 5 Mei 2019 akhir pekan ini. Salah satu yang akan dilakukan Disprindagkop-UMKM adalah memantau harga kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Disperindagkop-UMKM Kaltara Hartono mengemukakan, instansinya sudah siap berkolaborasi aktif dengan instansi lainnya dalam Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memantau stabilitas harga di pasar. Termasuk memastikan ketersediaan  kebutuhan masyarakat aman selama Ramadan.

“Untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok tentu kita tidak bisa sendiri. Kita tergabung dalam Satgas Pangan. Di dalam tim ini kita akan melakukan koordinasi, komunikasi, dan berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan komoditas dan stabilitas harga di Kaltara ini aman,” sebut Hartono, Jumat (26/4/2019).

Jajaran Satgas Pangan melakukan inspeksi di salah satu agen semabko di Tanjung Selor beberapa waktu lalu.

Beberapa hari menjelang masuk 1 Ramadan, Satgas Pangan sudah akan mulai turun melaksanakan tugasnya di lapangan. Hartono meyakini, keterpaduan Satgas Pangan yang terdiri dari beberapa instansi seperti Polda Kaltara, Bulog, Satol PP, dan Dinas Pertanian Kaltara, stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran bisa diwujudkan.

“Dan harus diingat bahwa Satgas Pangan tidak hanya bekerja kalau masuk bulan Ramadan dan momen-momen tertentu. Tetapi kita bekerja sepanjang tahun. Alhamdulillah harga kmoditas di pasar-pasar sejauh ini masih normal berdasarkan pantauan kami,” ujarnya.

Selama Ramadan nanti, Hartono berharap pedagang tidak mengambil untung terlalu tinggi. Termasuk momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri. Semua pedagang harus mengikuti standar Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah dan pemerintah daerah.

“Kita ada acuan harga. Itu harus ditaati. Kalau ada yang tidak menaati aturan yang sudah disepakati, tentu akan ada sanksi. Di sinilah ranah polisi untuk mengambil tindakan hukum. Jangan juga ada agen yang menimbun barang, karena tentu teman-teman Polri akan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Selain memonitor persediaan dan stabilitas harga barang di pasaran, Disperindagkop-UMKM Kaltara juga siap melakukan operasi pasar murah di berbagai daerah di Kaltara. Operasi pasar murah ini juga sebagai salah satu upaya menstabilkan harga. Selain itu, menyediakan barang kebutuhan pokok selama Ramadan dengan harga murah.

“Jadwal operasi pasar murah, masih kita rancang. Kita tahu ada masyarakat kita yang tidak bisa ke pasar tiap hari. Pasar murah juga tentu akan sangat membantu masyarakat kita kalangan menengah ke bawah,” ujarnya. (*/mma)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close