HeadlineInvesment
Trending

Berikut Daftar Investor, Proyek, dan Modalnya di Kawasan Industri Tanah Kuning

KBSC – Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) telah dilirik dan diseriusi oleh investor sejak ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Sebanyak lima investor tercatat telah mendapatkan Izin Lokasi yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kelimanya ialah PT Indonesia Strategis Industri seluas 10.626 hektare, PT Indonesia Dafeng Heshun Energi Industri 2.000 hektare, PT Kayan Patria Propertindo 380 hektare, PT Adhydaya Suprakencana 3.500 hektare, dan PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero) 600 hektare

“Izinnya itu dari Bupati Bulungan maupun melalui OSS (online single submission) yang ada di BKPM RI. Investor nanti yang akan membebaskan lahan baik milik masyarakat maupun perusahaan lain. Nanti tinggal kerjasama bussines to bussines,” kata Gubernur Kaltara Irianto, Sabtu (16/3/2019).

BACA JUGA: Kalimantan Utara Targetkan Penurunan Emisi 29 Persen Tahun 2030

BACA JUGA: Soal Proyek PLTA Besahan dan KIPI Mangkupadi, Begini Tanggapan Pihak Kemenko Maritim

Irianto menegaskan, investor tetap harus memprioritaskan pembebasan lahan milik masyarakat entah itu ladang atau kegiatan lainnya. PT Indonesia Strategis Industri salah satu dari lima investor yang sudah melakukan pembebasan lahan di lokasi.

“Yang diminta oleh Tim Delegasi Tiongkok yaitu National Development and Reform Commission (NDRC) saat kunjungan adalah jaminan terkait lahan. Mereka tidak mau terlibat secara teknis,” katanya.

Namun tambahnya, ia telah menjelaskan bahwa pemerintah (pusat) akan mengawal, memfasilitasi secara langsung dan dengan dengan regulasi di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Kita tidak mengharapkan terjadi konflik antara investor dan masyarakat. Jadi secara legal, secara yuridis tunta. Dan secara teknis di lapangan itu memang bisa dikuasai oleh yang membebaskan atau yang mengadakan,” jelasnya.

Berikut ini daftar investor yang mendapatkan Izin Lokasi dan Daftar Rencana Proyek di KIPI Tanah Kuning dihimpun dari paparan Gubernur Kaltara, Sabtu (16/3/2019) saat menerima delegasi Tim National Development and Reform Commission (NDRC) Tiongkok:

Perusahaan yang Telah Mendapat Izin Lokasi 
1. PT Indonesia Strategis Industri
Luas Lahan: 10.626
Kegiatan: Kawasan Industri
2. PT Indonesia Dafeng Heshun Energy Industri
Luas Lahan: 2.000 ha
Kegiatan: Excess Power
Izin dikeluarkan: 16 Oktober 2018
3. PT Kayan Patria Prapertindo
Luas Lahan: 380 ha
Kegiatan: Pergudangan, pabrik, dan PLTU
Izin dikeluarkan: 2 Oktober 2018
4. PT Adhydaya Suprakencana
Luas lahan: 3.500 ha
Kegiatan: Tempat Pemusatan Industri
Izin Dikeluarkan: 16 Oktober 2018
5. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum
Luas lahan: 600 ha
Kegiatan: Industri pembuatan logam dasar bukan besi/smelter alumina
Izin dikeluarkan: 22 Oktober 2018.
*11 Rencana Pembiayaan dan Partner Investasi KIPI Tanah Kuning
1. KPP Industria Estate
Pemilik Proyek: PT Kayan Patria Propertindo
Mitra: Tahap Seleksi
Biaya (Juta USD): 100
2. Proyek ISI Integrated Economic Zone
Pemilik Proyek: PT Indonesia Strategis Industri
Mitra: –
Biaya (Juta USD): 3.900
3. ASK Gezhouba Industrial Park 
Pemilik Proyek: PT ASK & Gezhouba Consortium
Mitra: China Gezhouba Group Intl.Eng.Co.Ltd.
Biaya (Juta USD): 730
4. Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: Weplus Holding Co-Korea
Biaya (Juta USD)= 300
5. Pelabuhan Laut 
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: Weplus Holding Co-Korea
Biaya (Juta USD)= 300
6. SEB-KPP-STATE Grid Integrated Solution: Mentarang Induk & Kabama Induk HEB’s Malinau
Pemilik Proyek: PT Kayan Hydropower Nusantara
Mitra: Tahap seleksi
Biaya (Juta USD): 2.000
7. Kayan Hydro Energy
Pemilik Proyek: PT Kayan Hydro Energy
Mitra: Power China Intl Group
Biaya (Juta USD): 17.800
8. Sembakung Hydropwer Plant
Pemilik Proyek: PT Kayan Energy Lestari
Mitra: PT Hannergy Power Indonesia
Biaya (Juta USD): 731
9. KIPI 1.000 MW Coal Fired Power
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: Weplus Holding Co-Korea
Biaya (Juta USD)= 2.000
10. IDHEI & GEZHOUBA Hydro Power
Pemilik Proyek: PT IDHEI
Mitra: China Gezhouba Group Intl.Eng.Co.Ltd
Biaya (Juta USD): 1.500
11. Prime Steel Indonesia 
Pemilik Proyek: MCC Coverseas Ltd & PT Tambang Nasional Indonesia
Mitra: Metallurgical Corp. Of China, Ltd (MCC(
Biaya (Juta USD): 2.000
12. KIPI DME – Dimetyl Ether (Coal to Gas)
Pemilik Proyek: PT Dragon Land
Mitra: East China Eng Science & Technology
Biaya (Juta USD): 3.600
13. Inalum: Proyek Cluster Aluminum 
Pemilik Proyek: PT Inalum
Mitra: –
Biaya (Juta USD): 6.030
Tags

Related Articles

Back to top button
Close